Kenali 5 Lima Langkah Sederhana Cegah Penularan Influenza A

Kamis 08-10-2026,14:41 WIB
Reporter : Esnoe Wardhana
Editor : Esnoe Wardhana

SUMBAR.DISWAY.ID - Menjaga kesehatan tubuh, mendapatkan vaksinasi secara berkala, hingga menerapkan kebersihan tangan menjadi beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan influenza A. Dokter spesialis mikrobiologi klinik lulusan Universitas Diponegoro dr. Andrew Adhytia Lieputra, Sp.MK, membeberkan lima langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk membantu mencegah penularan virus tersebut.

"Virus influenza terus beredar dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga pencegahan tetap penting dilakukan setiap tahun," kata Andrew dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Langkah pertama berkaitan dengan kondisi kesehatan tubuh. Masyarakat dapat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan menjaga kondisi kesehatan secara umum. Kebiasaan tersebut membantu tubuh mempertahankan fungsi sistem imun dengan baik.

Langkah kedua adalah vaksinasi influenza. Vaksin dianjurkan dilakukan secara berkala, umumnya setiap tahun, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

Virus influenza terus mengalami perubahan sehingga komposisi vaksin dapat diperbarui mengikuti virus yang diperkirakan beredar. Selain itu, perlindungan antibodi setelah vaksinasi juga dapat menurun seiring waktu.

Gunakan Masker dan Terapkan Etika Batuk

Langkah ketiga yang disarankan Andrew adalah menggunakan masker ketika berada dalam situasi berisiko. Penggunaan masker terutama diperlukan saat berada di tempat ramai atau ruang tertutup.

"Penggunaan masker membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan dari orang yang sedang sakit sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi orang di sekitarnya," kata Andrew.

Langkah keempat yakni menerapkan etika ketika batuk dan bersin. Caranya dengan tidak menutup hidung dan mulut menggunakan telapak tangan. Sebagai gantinya, gunakan tisu sekali pakai yang segera dibuang ke tempat sampah.

Jika tisu tidak tersedia, hidung dan mulut dapat ditutup menggunakan bagian dalam siku atau lengan atas.

Selanjutnya, kebersihan tangan menjadi langkah kelima yang juga perlu diperhatikan. Influenza dapat menular melalui tangan yang telah terkontaminasi virus ketika tangan tersebut menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau memakai hand sanitizer berbasis alkohol dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Kenali Gejala Influenza A dan Risiko Komplikasinya

Influenza menular melalui melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas, terutama saat berada dalam jarak dekat. Setelah masuk ke tubuh, virus menginfeksi sel-sel pada saluran pernapasan dan berkembang biak di sana.

Berbeda dengan influenza biasa, gejala pada tipe A bukan sekadar batuk atau pilek biasa karena biasanya juga disertai demam, menggigil, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta rasa lelah yang cukup berat. Gejala tersebut umumnya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus.

Meski gejala influenza dapat sembuh dengan baik bagi sebagian orang, anak kecil terutama yang berusia di bawah lima tahun, lansia, ibu hamil, serta pasien dengan penyakit kronis tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, atau gangguan sistem imun memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza berat dan komplikasi.

Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau radang paru-paru. Selain gejala influenza, pneumonia dapat ditandai dengan sesak atau sulit bernapas, nyeri dada, tampak sangat lemah, kesulitan makan atau minum, dehidrasi hingga penurunan kesadaran.

Pada beberapa kelompok rentan seperti lansia atau pasien dengan gangguan sistem imun, gejala infeksi berat tidak selalu tampak khas.

Andrew mengatakan pemeriksaan influenza dapat menggunakan rapid antigen test dengan sampel yang diambil dari saluran pernapasan menggunakan swab hidung atau nasofaring.

Pemeriksaan PCR atau pemeriksaan molekuler lainnya juga dapat digunakan untuk mendeteksi virus influenza dengan sensitivitas lebih tinggi, terutama pada pasien dengan gejala berat, pasien yang dirawat di rumah sakit, atau kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

Kategori :