Partin kini mengarahkan perhatian pada kejuaraan dunia Para Atletik World Championship yang akan berlangsung di Uzbekistan pada tahun depan. Selain mengejar prestasi di ajang tersebut, ia terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di tingkat Paralimpiade.
Saat ini, catatan waktu terbaik Partin berada di angka 12,22 detik. Ia menargetkan waktu 12,00 detik sehingga masih perlu memangkas 0,22 detik dari catatan terbaiknya.
"Catatan waktu tetap di 12,00 detik targetnya. Paling best saat ini 12,22 detik, masih ada 0,22 detik lagi yang harus dikejar. Semoga tercapai," jelasnya optimistis.
Partin juga menyampaikan bahwa keberhasilannya di Nagoya tidak lepas dari dukungan keluarga, pelatih, tim para atletik, serta masyarakat Indonesia. Ia secara khusus mempersembahkan medali emas tersebut untuk kedua orang tuanya yang berada di Desa Wonocoyo, Kaliangkrik, Magelang.
"Kemenangan ini terutama untuk kedua orang tua saya yang ada di Indonesia, di Desa Wonocoyo, Kaliangkrik, Magelang. Dan juga kepada para coach, tim para-atletik, serta terutama kepada seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih banyak atas doa dan dukungannya selama ini," tutur Partin.
Selain emas dari Partin, atlet para atletik Indonesia juga menambah perolehan medali pada hari yang sama. Ansyari meraih medali perak pada nomor lempar lembing putra F40-41, sedangkan Saptoyogo Purnomo mendapatkan perak dari nomor lari 200 meter putra T37.
Rica Oktavia turut menyumbangkan medali untuk Indonesia melalui nomor lompat jauh putri T20. Ia berhasil membawa pulang medali perunggu.
Secara keseluruhan, tim para atletik Indonesia menyumbangkan tiga medali emas, delapan perak, dan 11 perunggu di Asian Para Games 2026. Pada saat itu, kontingen Indonesia menempati posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu.