Gunung Marapi Erupsi Lagi, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius 3 Km

Gunung Marapi Erupsi Lagi, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius 3 Km

--

SUMBAR.DISWAY.ID - Gunung Marapi yang membentang di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (SUMBAR) kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pos Gunung Api (PGA) melaporkan bahwa gunung tersebut mengalami erupsi pada Selasa malam pukul 19.56 WIB. Meski demikian, petugas di lapangan tidak dapat mengamati tinggi kolom abu saat letusan terjadi.

Petugas PGA, Ahmad Rifandi, mengonfirmasi kejadian tersebut langsung dari Padang pada Selasa malam. Menurut penjelasannya, letusan gunung api yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini terekam jelas di alat seismograf. Angka amplitudo maksimum menunjukkan 4,1 milimeter dengan durasi gempa letusan selama dua menit 40 detik.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menetapkan status Gunung Marapi pada Level II atau Waspada. Merespons aktivitas terbaru ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (SUMBAR.disway.id/listtag/7929/pvmbg">PVMBG) langsung merilis sejumlah rekomendasi penting demi menjaga keselamatan masyarakat setempat.

Larangan Aktivitas di Dekat Kawah Verbeek

Poin utama dalam rekomendasi SUMBAR.disway.id/listtag/7929/pvmbg">PVMBG adalah sterilisasi area sekitar puncak. Pihak berwenang melarang keras siapapun melakukan aktivitas atau kegiatan apa pun di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api, yaitu Kawah Verbeek. Warga maupun wisatawan wajib mematuhi batas aman ini untuk menghindari risiko fatal akibat material erupsi yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Antisipasi Ancaman Lahar Dingin Saat Hujan

Selain bahaya primer dari kawah, SUMBAR.disway.id/listtag/7929/pvmbg">PVMBG juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi ancaman lahar dingin. Peringatan ini berlaku khusus bagi warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu langsung dari puncak Gunung Marapi. Potensi banjir lahar hujan ini meningkat drastis ketika curah hujan tinggi mengguyur area puncak gunung.

Masker untuk Hujan Abu dan Imbauan Cegah Hoaks

Langkah antisipasi lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan menghadapi sebaran abu vulkanik. Jika wilayah pemukiman mulai terdampak hujan abu, masyarakat harus segera menggunakan masker penutup hidung dan mulut. Penggunaan masker ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya gangguan saluran pernapasan akut.

Terakhir, SUMBAR.disway.id/listtag/7929/pvmbg">PVMBG meminta semua pihak, baik masyarakat maupun netizen, untuk tetap menjaga situasi agar tetap kondusif. Warga diharap tidak menyebarkan narasi bohong atau hoaks yang dapat memicu kepanikan massal di tengah situasi siaga ini.

Sumber: