Mengenal 4 Jenis Dompet Digital dan Perbedaannya: Dari Closed Hingga Crypto Wallet

Mengenal 4 Jenis Dompet Digital dan Perbedaannya: Dari Closed Hingga Crypto Wallet

--

SUMBAR,DISWAY.ID - Penggunaan dompet digital (e-wallet) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Kendati demikian, tidak semua jenis dompet digital beroperasi dengan cara yang sama. Perbedaan antarlayanan ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar membandingkan dompet fisik model bifold dan trifold.

Sebagian dompet digital sengaja merancang ekosistemnya khusus untuk satu merchant tertentu demi mengunci anggaran belanja. Di sisi lain, layanan seperti Apple Wallet hingga PayPal menawarkan fleksibilitas transaksi yang jauh lebih luas.

Secara umum, industri keuangan digital membagi dompet digital ke dalam empat kategori utama, yakni closed wallet, semi-closed wallet, open wallet, dan crypto wallet. Memahami karakteristik tiap jenis dompet digital sangat krusial agar pengguna tidak salah menempatkan dana yang tak sesuai dengan kebutuhan harian.

1. Closed Wallet: Terkunci di Satu Ekosistem

Pengguna setia kedai kopi Starbucks mungkin sudah akrab dengan konsep closed wallet tanpa menyadarinya. Perusahaan atau toko tertentu mengendalikan penuh dompet digital jenis ini. Pengguna hanya dapat melakukan pengisian saldo (top-up) dan menggunakannya untuk bertransaksi di dalam jaringan ritel brand tersebut.

Selain Starbucks Card, contoh closed wallet populer lainnya mencakup Uber Cash, Amazon Pay, Walmart Pay, hingga Target Wallet. Seluruh dana pengguna mengendap di satu tempat dan hanya bisa mencukupi transaksi belanja di ekosistem ritel terkait.

2. Semi-Closed Wallet: Populer di Asia Tenggara

Jenis semi-closed wallet tumbuh sangat pesat di luar Amerika Serikat, khususnya di kawasan Asia. Dompet digital ini berada di posisi tengah, memungkinkan pengguna bertransaksi di berbagai mitra toko yang telah bekerja sama, jaringan merchant online, layanan pengantaran makanan, hingga transportasi daring (ride-sharing).

Beberapa contoh nyata dari semi-closed wallet adalah Paytm dari India, GCash dari Filipina, serta GrabPay yang beroperasi luas di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

3. Open Wallet: Versi Digital Dompet Fisik

Open wallet pada dasarnya merupakan wujud transformasi digital dari dompet fisik. Tergantung pada kemampuan perangkat dan regulasi wilayah, open wallet bahkan sanggup menyimpan berbagai dokumen identitas resmi seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) hingga paspor.

Pengguna ponsel pintar tentu familiar dengan Apple Wallet dan Samsung Wallet. Sementara itu, raksasa teknologi lain seperti Google, PayPal, dan Venmo turut menawarkan fitur serupa untuk mengintegrasikan kartu kredit atau debit di satu tempat.

Melalui open wallet, pengguna dapat memesan produk secara online, melakukan pembayaran jarak dekat (tap to pay) di toko fisik, hingga mengiring uang ke rekening teman dan keluarga.

Sistem pengamanan open wallet umumnya mengandalkan otentikasi biometrik seperti Face ID dan pemindai sidik jari. Lapisan keamanan berlapis ini menyulitkan peretas yang mencuri perangkat untuk menyalahgunakan saldo pembayaran.

Sumber: