Potong pisang kepok sepanjang 4–5 cm. Pilih pisang yang sudah matang agar menghasilkan rasa manis alami, tetapi jangan menggunakan buah yang terlalu lembek supaya teksturnya tetap kenyal setelah dimasak.
2. Campurkan kunyit dengan santan
Masukkan kunyit halus ke dalam santan, kemudian aduk hingga tercampur rata. Campuran ini akan menghasilkan kuah berwarna kuning keemasan yang menjadi ciri khas pangek pisang.
3. Siapkan daun pandan di dalam panci
Susun daun pandan di dasar panci sebagai alas. Selain membantu menambah aroma harum, daun pandan juga menjadi bagian penting dalam proses memasak hidangan tradisional ini.
4. Masukkan potongan pisang dan bumbu
Letakkan potongan pisang di atas daun pandan. Tambahkan gula pasir dan garam sesuai takaran agar rasa manis dan gurihnya seimbang.
5. Tuangkan campuran santan
Saring campuran santan dan kunyit, lalu tuangkan ke dalam panci berisi pisang. Penyaringan membantu menghasilkan kuah yang lebih halus dan lembut.
6. Masak hingga santan mengental
Masak semua bahan menggunakan api sedang selama 15–20 menit. Biarkan santan meresap ke dalam pisang hingga teksturnya sesuai dan kuah mengental. Selama proses memasak, perhatikan kondisi bahan agar hasilnya tetap lembut dan tidak kehilangan cita rasa.
7. Sajikan bersama ketan putih
Setelah matang, pangek pisang siap disajikan. Untuk menikmati perpaduan rasa yang lebih lengkap, hidangkan bersama ketan putih yang pulen. Kombinasi pisang, santan, dan ketan menghasilkan sensasi legit, lembut, serta mengenyangkan.
Pangek Pisang, Kuliner Tradisional yang Layak Dicoba di Solok Selatan
Pangek pisang semakin menarik perhatian, baik bagi wisatawan yang berkunjung ke Solok Selatan maupun masyarakat setempat yang ingin kembali menikmati cita rasa masa kecil. Kehadiran hidangan ini memperlihatkan bagaimana kuliner tradisional tetap memiliki tempat di tengah beragam pilihan makanan modern.
Pangek pisang juga hadir dalam berbagai momen kebersamaan. Di sejumlah tempat, masyarakat menyajikannya sebagai hidangan penutup dalam acara adat dan perjamuan keluarga. Sajian ini bahkan menjadi salah satu pilihan makanan favorit ketika berbuka puasa.
Keistimewaan pangek pisang tidak hanya terletak pada perpaduan rasa manis dan gurihnya. Hidangan tersebut juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Minangkabau dalam mengolah bahan sederhana menjadi sajian yang memiliki karakter tersendiri.