Air Terjun Bayang Sani Pesisir Selatan, Wisata Alam dengan Ketinggian 80 Meter

Jumat 23-10-2026,18:36 WIB
Reporter : Esnoe Wardhana
Editor : Esnoe Wardhana

SUMBAR.DISWAY.ID - Jauh dari kesan kawasan pesisir, hamparan sawah dan perbukitan hijau mengiringi perjalanan menuju Air Terjun Bayang Sani di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Destinasi ini tidak hanya menawarkan aliran air yang jernih dan deras, tetapi juga menyimpan kisah masa penjajahan Belanda ketika para noni dan mener-mener Belanda konon kerap mandi di kawasan tersebut.

Air Terjun Bayang Sani menjadi salah satu ikon wisata alam Kabupaten Pesisir Selatan yang menarik untuk dijelajahi. Lokasinya berada di Nagari Kota Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan dapat dijangkau melalui Jalan Raya Padang-Painan.

Dari Kota Padang, wisatawan perlu menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer, sedangkan dari Painan jaraknya sekitar 20 kilometer. Air terjun ini juga berada sekitar 6 kilometer dari Puncak Bukit Bendera dan 3 kilometer sebelum Jembatan Akar.

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan melihat hamparan sawah dan perbukitan yang semakin hijau ketika memasuki kawasan tersebut. Pemandangan ini memberikan suasana berbeda dari gambaran umum wilayah pesisir.

Untuk menemukan lokasi air terjun, wisatawan dapat mengikuti papan petunjuk yang tersedia di sepanjang jalan. Pilihan lainnya, cari Masjid Jihad Koto Baru, lalu belok ke kanan dan ikuti jalan hingga menemukan gapura bergonjong dengan tinggi lebih dari 3 meter. Dari jalan tersebut, pengunjung hanya perlu melanjutkan perjalanan sekitar 250 meter untuk tiba di lokasi.

Air Terjun Bayang Sani Punya Sejarah Sejak Zaman Belanda

Selain panorama alamnya, Air Terjun Bayang Sani memiliki cerita sejarah yang menarik. Pada masa penjajahan Belanda, kawasan ini konon sering menjadi tempat mandi noni-noni dan mener-mener Belanda.

Saat itu, masyarakat mengenal kawasan tersebut dengan nama Wellcome. Nama itu dikaitkan dengan keindahan alam yang membuat orang merasa disambut dan nyaman ketika mandi di sana.

Dalam perkembangan tutur lisan masyarakat setempat, sebutan Wellcome kemudian berubah menjadi Walikum. Nama tersebut menjadi salah satu cerita yang melekat pada sejarah Air Terjun Bayang Sani hingga sekarang.

Sebelum menggunakan nama yang dikenal saat ini, air terjun tersebut juga disebut Sarasah Ikua Kudo atau Air Terjun Ekor Kuda. Nama itu digunakan hingga sekitar tahun 1980-an karena bentuk aliran airnya dianggap menyerupai ekor kuda.

Pada dekade 1980-an, nama air terjun berubah seiring perubahan nama sejumlah daerah di Sumatera Barat, termasuk Sarasah Ikua Kudo. Sejak itu, masyarakat mengenalnya sebagai Air Terjun Bayang Sani, sesuai dengan nama kawasan tempatnya berada.

Kisah tersebut menambah daya tarik destinasi ini. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat mengenal cerita yang berkembang di tengah masyarakat mengenai asal-usul nama air terjun.

Kolam Alami dan Dua Tingkatan Air Terjun Jadi Daya Tarik

Sebagian besar pengunjung biasanya menikmati air terjun tingkat pertama karena lokasinya mudah dijangkau dan tidak membutuhkan waktu lama. Namun, Air Terjun Bayang Sani juga memiliki tingkat kedua yang berada sekitar 400 meter di atas tingkat pertama.

Air terjun tingkat kedua itu diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 25 meter. Sementara itu, belum tersedia data mengenai ketinggian tingkatan berikutnya.

Ketika tiba di tingkat pertama, kejernihan air dan derasnya aliran membuat pengunjung ingin segera merasakan kesegaran airnya. Untuk mendekati air terjun, wisatawan dapat turun dan melintasi aliran sungai serta bebatuan. Percikan air yang terbawa ke udara memberikan sensasi sejuk saat berada di dekat aliran tersebut.

Tepat di bawah air terjun terdapat lubuak atau kolam alami yang dimanfaatkan pengunjung untuk bermain air, berenang, dan mandi. Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang, masyarakat sekitar menyediakan ban sewaan sebagai alternatif untuk menikmati kolam.

Kategori :