Kentang vs Ubi Jalar untuk Diet, Mana Lebih Sehat?

Rabu 04-11-2026,19:52 WIB
Reporter : Esnoe Wardhana
Editor : Esnoe Wardhana

Selain vitamin A, ubi jalar juga mengandung pati resisten, vitamin C, dan vitamin B6. Dengan demikian, bahan pangan ini menawarkan kombinasi nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Perbedaan Kentang dan Ubi Jalar untuk Menjalankan Diet

Jika dibandingkan dari kandungan nutrisi secara umum, kentang dan ubi jalar memiliki sejumlah kesamaan. Keduanya menyediakan kalori, protein, lemak, dan karbohidrat dalam jumlah yang relatif serupa.

Kedua jenis umbi tersebut juga sama-sama menjadi sumber serat, antioksidan, vitamin, dan mineral. Meski demikian, terdapat beberapa perbedaan kandungan yang dapat menjadi pertimbangan saat memilih makanan untuk diet.

Perbedaan pertama terlihat dari jenis antioksidannya. Kentang putih kaya akan asam fenolik, sedangkan ubi jalar memiliki kandungan beta-karoten lebih tinggi.

Perbedaan berikutnya berkaitan dengan indeks glikemik (GI), yaitu ukuran yang menggambarkan pengaruh makanan terhadap peningkatan kadar gula darah. Ubi jalar memiliki indeks glikemik sedikit lebih rendah dibandingkan kentang putih karena kandungan seratnya lebih tinggi.

Berdasarkan data yang disampaikan, kentang putih rebus memiliki indeks glikemik 71, sedangkan ubi jalar rebus berada pada angka 66.

Ubi jalar juga unggul dalam kandungan vitamin A dan C yang jauh lebih tinggi dibandingkan kentang putih. Keunggulan tersebut membuat ubi jalar menjadi pilihan menarik bagi orang yang ingin menambah asupan kedua vitamin tersebut melalui makanan.

Walaupun memiliki sejumlah perbedaan, bukan berarti orang yang sedang menjalankan diet harus menghindari salah satunya. Kentang maupun ubi jalar tetap dapat masuk dalam pola makan seimbang.

Keduanya dapat dikonsumsi bersama sumber protein tanpa lemak, sayuran, dan lemak sehat. Kombinasi tersebut membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh sekaligus mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Kategori :