SUMBAR.DISWAY.ID - Kebiasaan mengonsumsi kacang kenari saat malam hari berpotensi membantu seseorang lebih cepat terlelap. Sebuah studi menemukan bahwa kacang kenari yang mengandung melatonin berkaitan dengan peningkatan produksi hormon tersebut, kualitas tidur yang lebih baik, serta berkurangnya rasa kantuk pada siang hari.
Menurut publikasi Health pada Kamis (22/10) waktu setempat, para peneliti menguji hubungan konsumsi kacang kenari dengan pola tidur melalui penelitian yang melibatkan 76 orang dewasa muda berusia 20–35 tahun. Penelitian tersebut berlangsung selama 18 minggu untuk mengamati perubahan yang terjadi ketika peserta mengonsumsi kacang kenari secara rutin.
Pada fase pertama penelitian tahun 2025, yang berlangsung selama delapan minggu, peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengonsumsi 40 gram kacang kenari setiap hari saat makan malam, sedangkan kelompok kedua tidak mengonsumsi kacang kenari.
Peneliti meminta seluruh peserta menghindari jenis kacang lainnya selama periode tersebut. Setelah menjalani jeda selama dua minggu, kedua kelompok bertukar perlakuan. Peserta yang sebelumnya mengonsumsi kacang kenari berhenti memakannya, sementara kelompok yang semula tidak mengonsumsi mulai memasukkannya ke dalam menu makan malam.
Untuk memantau perubahan tubuh dan pola istirahat, peserta memberikan sampel urine guna mengukur produksi melatonin. Mereka juga mengenakan pelacak di pergelangan tangan selama tujuh hari berturut-turut pada setiap fase penelitian. Perangkat tersebut memantau pola tidur, tingkat aktivitas, suhu kulit, dan paparan cahaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan produksi melatonin pada malam hari ketika mengonsumsi kacang kenari. Mereka juga membutuhkan waktu lebih singkat untuk tertidur, memperoleh skor lebih tinggi dalam penilaian kualitas tidur secara keseluruhan, serta melaporkan rasa kantuk pada siang hari yang lebih rendah.
Melatonin dan Triptofan dalam Kacang Kenari Berperan bagi Kualitas Tidur
Selain perubahan pola tidur, penelitian tersebut mengungkap kandungan sejumlah zat dalam setiap porsi kacang kenari. Satu porsi kacang walnut rata-rata mengandung 84,6 miligram triptofan, 118 nanogram melatonin, serta rasio triptofan terhadap asam amino kompetitif atau competitive amino acids (CAA) sebesar 0,058.
Psikolog pengobatan tidur perilaku Daniella Marchetti, PhD, DBSM, menjelaskan bahwa masing-masing faktor tersebut berperan dalam mendukung istirahat yang lebih baik. Triptofan menjadi bahan awal dalam proses biokimia untuk menghasilkan serotonin dan melatonin, dua zat yang membantu mengatur tidur.
Sementara itu, melatonin dikenal sebagai hormon yang kadarnya meningkat pada malam hari. Peningkatan tersebut memberikan sinyal kepada tubuh bahwa waktu malam telah tiba dan tubuh perlu bersiap untuk tidur.
"Mengonsumsi makanan yang mengandung melatonin dapat meningkatkan sinyal ini untuk membantu tubuh bersiap tidur," kata Marchetti.
Ia juga menjelaskan bahwa rasio triptofan terhadap CAA memiliki peran penting. Kandungan triptofan dan perbandingannya dengan asam amino kompetitif menjadi bagian yang diperhatikan dalam penelitian mengenai hubungan kacang kenari dengan kualitas tidur.
Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti kacang kenari dapat menggantikan seluruh penanganan gangguan tidur. Marchetti mengingatkan bahwa kacang kenari memiliki berbagai manfaat lain, termasuk mendukung kesehatan jantung dan fungsi kognitif.
"Namun, hasil ini cukup kuat untuk menunjukkan bahwa kenari adalah makanan yang dapat meningkatkan kualitas tidur, tetapi saat ini belum dapat dianggap sebagai pengganti yang memadai untuk pengobatan insomnia,” kata Marchetti.
Berapa Banyak Kacang Kenari yang Disarankan Sebelum Tidur?